Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Proposal bagi Pelaku Unit Usaha di Kota Parepare merupakan bagian dari kegiatan pembentukan dan Penguatan Unit Usaha untuk pemberdayaan Ekonomi Tingkat Kelurahan.
Kegiatan ini dihadiri 30 pelaku usaha dari 15 unit usaha kelompok terbentuk di Kelompok Konstituen (KK). 10 unit usaha KK pada tahun 2024 dan 5 unit usaha pada tahun ini. Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator Program INKLUSI-YLP2EM, Abd. Samad Syam, dengan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja, Basuki Busra dan Rumah BUMN Telkom, Hendra Wijaya dan difasilitasi Yadi Arosdhiskara, Fasilitator Pengembangan Ekonomi sekaligus akademisi dari Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) di Café Lagota, 26-27 November 2025.

Abd.Samad Syam, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan memiliki tiga tujuan strategis. Pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam menyusun proposal. Kedua, mendampingi mereka dalam pembuatan proposal untuk pengembangan usaha, baik dari segi kualitas produk, manajemen, perizinan, maupun pemasaran. Dan Ketiga, membangun jaringan dan menghubungkan pelaku usaha dengan stakeholder ekonomi.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi Parepare, Basuki Busra, mengungkapkan bahwa dari 25 ribu pelaku UMKM di Parepare, 64 persen di antaranya adalah perempuan. Basuki menegaskan bahwa UMKM kini menjadi fokus pemerintah karena menjadi pondasi utama perkembangan Kota Parepare. Lebih lanjut Basuki menambahkan bahwa UMKM sangat mempengaruhi angka kemiskinan dan pengangguran. Ia menilai masalah utama UMKM bukan pada modal, melainkan akses terhadap permodalan yang masih dipersulit. Untuk mendukung pelaku UMKM, Pemkot Parepare telah mengeluarkan kebijakan agar ritel-ritel menyediakan kontainer gratis di depan tokonya untuk berjualan produk UMKM. Basuki juga menekankan pentingnya pembukuan keuangan dalam menjalankan usaha.

Sedangkan narasumber dari Rumah BUMN, Hendra Wijaya, memberikan materi tentang penyusunan business plan dan strategi promosi. Ia menekankan pentingnya pelaku usaha mampu melihat tren pasar saat ini dan mempromosikan keunggulan serta manfaat produk mereka. Hendra juga menambahkan bahwa buat prospek usaha untuk menganalisa kebutuhan dan target pasar. Dan ia juga memperkenalkan metode pemasaran 4P (Product, Price, Promotion, Place) sebagai panduan dalam mengembangkan strategi bisnis.

